<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-1779314964122234994</atom:id><lastBuildDate>Sat, 24 Oct 2009 05:54:41 +0000</lastBuildDate><title>Nasyid Al-Ikhwan Pontianak</title><description></description><link>http://www.al-ikhwan.web.id/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Nasyid Al-Ikhwan Pontianak)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1779314964122234994.post-2634293297328366759</guid><pubDate>Fri, 26 Dec 2008 08:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-26T15:30:13.847+07:00</atom:updated><title>Nasyid Dan Realita</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Selalu menarik memang, kalau setiap ada sesuatu hal yang dibilang baru di kalangan masyarakat kita kemudian “ naik daun ”. Maka, tidak menutup kemungkinan pelbagai kritikan, pujian bahkan sampai cacianpun akan sampai padanya. Hal ini sudah tidak aneh di zaman sekarang. Sesuatu yang baru kemudian hal itu bagus, maka ada kesempatan hal tersebut untuk di caci maki atau di puji. Itulah kiranya yang bisa menggambarkan peranan seni nasyid dewasa ini. Mau tidak mau, kini kehadiran nasyid telah menjadi satu bagian yang sangat berbeda dari yang lain.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, ini adalah satu kebahagiaan bagi kita dan anugerah buat kita semua. Ternyata, selama ini perjuangan kita untuk memberikan solusi hiburan hampir menduduki puncaknya. Akan tetapi, tidak lantas perjuangan kita berhenti sampai disitu saja, justru dengan keadaan kita yang bisa dikatakan sedang “ diatas angin ” akan semakin bertambah berat perjuangan kita. Banyaknya pertanyaan – pertanyaan yang harus kita jawab, cacian – cacian yang harus kita terima dan kritikan – kritikan pedas yang mampir di telinga kita begitu juga banyaknya sanjungan – sanjungan yang menerbangkan hati kita. Itu semua akan hadir ditelinga kita saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirnya nasyid atau lagu – lagu relijius di tengah kemajemukan sebagian masyarakat kita, mampu membawa angin segar bagi kita. Dengan begitu, beban kita sudah mulai terasa ringan karena sebagian masyarakat kita sudah mau mendengarkan nasehat – nasehat Illahi meskipun itu hanya satu bulan saja yaitu di bulan ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, disaat – saat nasyid atau lagu – lagu “ relijius ” tengah di gandrungi oleh masyarakat kita yang pada hakekatnya adalah menuntut kita untuk benar – benar resfek atau jeli dalam menilai sebuah seni secara objektif sehingga nilai – nilai seni nasyid yang selama ini kita perjuangkan masih melekat pada tataran praktiknya. Bukan lantas karena sedang di gandrunginya kemudian kita kehilangan arah perjuangan kita yang sedari dulu sudah di agendakan. Ini adalah tugas kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang banyak sekali bermunculan lagu lagu yang bernapaskan reliji. Sampai – sampai group musik yang awalnya menyanyikan lagu – lagu “ sekuler ”. Sekarang sudah mulai menciptakan dan menyanyikan lagu – lagu relijius. Resfek sebagian masyarakat kita pun sangat baik terhadap mereka karena mungkin mereka lebih dikenal. Ini bertanda bahwa sebagian masyarakat kita masih dibutakan oleh sosok “ budak – budak entertainment ” sehingga penilaian mereka kepada kita masih kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, selama ini kita masih belum bisa untuk menembus dunia entertainment yang masih berbau cinta, cinta dan cinta. Yang kita lakukan selama ini hanya bisa menyaksikan dan sedikit bahagia karena lagu – lagu relijius kini tengah asyiknya di kalangan masyarakat. Tetapi, dengan begitu kita juga sedikit terlena akan tujuan kita yaitu kita dilahirkan bukan seperti mereka, tetapi kita dilahirkan untuk mereka. Mereka menghibur karena tuntutan pasar sedang kita menghibur karena tuntutan perjuangan dan lillahi ta’ala. Itu perbedaan kita dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1779314964122234994-2634293297328366759?l=www.al-ikhwan.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.al-ikhwan.web.id/2008/12/nasyid-dan-realita.html</link><author>noreply@blogger.com (Nasyid Al-Ikhwan Pontianak)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1779314964122234994.post-907507097037044863</guid><pubDate>Mon, 10 Nov 2008 16:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-26T15:32:23.806+07:00</atom:updated><title>Lebih Hebat Dari Berzina</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya." "Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa as terkejut. "Saya takut mengatakannya." jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa. Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya ......telah berzina." Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun......lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya....... cekik lehernya sampai......tewas", ucap wanita itu seraya menagis sejadi-jadinya. Nabi musaberapi-api matanya. Dengan muka berang ia menghardik," Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"...teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan berewajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?" Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?" "Ada!" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran. "Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman didadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH &gt; Abdurrahman Arroisy) Dalam hadist Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadist Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong sebarkan kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1779314964122234994-907507097037044863?l=www.al-ikhwan.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.al-ikhwan.web.id/2008/11/lebih-hebat-dari-berzina.html</link><author>noreply@blogger.com (Nasyid Al-Ikhwan Pontianak)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1779314964122234994.post-804148171878708906</guid><pubDate>Sat, 11 Oct 2008 04:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-05T23:42:29.236+07:00</atom:updated><title>Jangan Marah ....</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Berilah saya nasihat.” Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan marah.” Lelaki itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, “Jangan marah.” (HR. Bukhari). Imam Nawawi rohimahulloh mengatakan, “Makna jangan marah yaitu janganlah kamu tumpahkan kemarahanmu. Larangan ini bukan tertuju kepada rasa marah itu sendiri. Karena pada hakikatnya marah adalah tabi’at manusia, yang tidak mungkin bisa dihilangkan dari perasaan manusia.”&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam juga pernah menasihatkan, “Apabila salah seorang dari kalian marah dalam kondisi berdiri maka hendaknya dia duduk. Kalau marahnya belum juga hilang maka hendaknya dia berbaring.” (HR. Ahmad, Shohih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu ada juga seorang lelaki yang datang menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan, “Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka.” Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan.” (HR. Thobrani, Shohih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rohimahulloh juga mengatakan, “Bukanlah maksud beliau adalah melarang memiliki rasa marah. Karena rasa marah itu bagian dari tabi’at manusia yang pasti ada. Akan tetapi maksudnya ialah kuasailah dirimu ketika muncul rasa marah. Supaya kemarahanmu itu tidak menimbulkan dampak yang tidak baik. Sesungguhnya kemarahan adalah bara api yang dilemparkan oleh syaithan ke dalam lubuk hati bani Adam. Oleh sebab itulah anda bisa melihat kalau orang sedang marah maka kedua matanya pun menjadi merah dan urat lehernya menonjol dan menegang. Bahkan terkadang rambutnya ikut rontok dan berjatuhan akibat luapan marah. Dan berbagai hal lain yang tidak terpuji timbul di belakangnya. Sehingga terkadang pelakunya merasa sangat menyesal atas perbuatan yang telah dia lakukan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips Menanggulangi Kemarahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Wahiid Baali hafizhohulloh menyebutkan beberapa tips untuk menanggulangi marah. Diantaranya ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membaca ta’awudz yaitu, “A’udzubillahi minasy syaithanir rajiim”.&lt;br /&gt;2. Mengingat besarnya pahala orang yang bisa menahan luapan marahnya.&lt;br /&gt;3. Mengambil sikap diam, tidak berbicara.&lt;br /&gt;4. Duduk atau berbaring.&lt;br /&gt;5. Memikirkan betapa jelek penampilannya apabila sedang dalam keadaan marah.&lt;br /&gt;6. Mengingat agungnya balasan bagi orang yang mau memaafkan kesalahan orang yang bodoh.&lt;br /&gt;7. Meninggalkan berbagai bentuk celaan, makian, tuduhan, laknat dan cercaan karena itu semua termasuk perangai orang-orang bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh As Sa’di rohimahulloh mengatakan, “Sebaik-baik orang ialah yang keinginannya tunduk mengikuti ajaran Rasul shollallohu ‘alaihi wa sallam, yang menjadikan murka dan pembelaannya dilakukan demi mempertahankan kebenaran dari rongrongan kebatilan. Sedangkan sejelek-jelek orang ialah yang suka melampiaskan hawa nafsu dan kemarahannya. Laa haula wa laa quwwata illa billaah” (lihat Durrah Salafiyah).&lt;br /&gt;Sumber: Buletin At-Tauhid&lt;br /&gt;Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1779314964122234994-804148171878708906?l=www.al-ikhwan.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.al-ikhwan.web.id/2008/09/jangan-marah.html</link><author>noreply@blogger.com (Nasyid Al-Ikhwan Pontianak)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1779314964122234994.post-1495117037215321746</guid><pubDate>Fri, 10 Oct 2008 16:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-05T23:46:33.023+07:00</atom:updated><title>Berkata Baik Atau Diam</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Manusia berbicara setiap masa, bicara yang baik akan membawa keselamatan dari kebaikan kepada manusia. Jika bicara manusia tidak mengikut adapnya, manusia akan merana di dunia dan di akhirat di dunia akan dibenci oleh manusia lain mankala di akhirat bicara yang menyakiti hati orang lain akan menyebabkan kita tersiksa di dalam neraka Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang beriman, lidah yang dikurniakan Allah itu tidak digunakan untuk berbicara sesuka hati dan sia-sia. Sebaliknya digunakan untuk mengeluarkan mutiara-mutiara yang berhikmah.&lt;br /&gt;Oleh itu, DIAM adalah benteng bagi lidah manusia dari pada mengucapkan perkataan yang sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;HIKMAH DIAM&lt;br /&gt;1. Sebagai ibadah tanpa bersusah payah&lt;br /&gt;2. Perhiasan tanpa berhias&lt;br /&gt;3. Kehebatan tanpa kerajaan&lt;br /&gt;4. Benteng tanpa pagar&lt;br /&gt;5. Kekayaan tanpa meminta maaf kepada orang&lt;br /&gt;6. Istirahat bagi kedua malaikan pencatat amal&lt;br /&gt;7. Menutupi segala aib&lt;br /&gt;Hadis-hadis Rasulullah mengenai kelebihan diam yang bermaksud :&lt;br /&gt;“Barang siapa yang banyak perkataannya, niscaya banyaklah silapnya (salahnya). Barang siapa yang banyak silapnya (salahnya), niscaya banyaklah dosanya. Dan barang siapa yang banyak dosanya, niscaya neraka lebih utama baginya”. (Riwayat Abu Naim)&lt;br /&gt;“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam”. (Riwayat At-Tarmizi)&lt;br /&gt;Manusia tidak akan dapat mengalahkan syaitan kecuali dengan diam. Jalan yang terbaik ialah diam kalau kita tidak dapat bercakap kearah perkara-perkara yang baik dan bersih yang bergantung kepada kekuatan iman pada diri manusia.&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin ‘Amr R.A, Rasulullah SAW. Bersabda : “Sampaikan pesanku biarpun satu ayat …”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1779314964122234994-1495117037215321746?l=www.al-ikhwan.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.al-ikhwan.web.id/2008/08/berkata-baik-atau-diam.html</link><author>noreply@blogger.com (Nasyid Al-Ikhwan Pontianak)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1779314964122234994.post-5306993283814114025</guid><pubDate>Wed, 20 Aug 2008 16:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-09T08:45:55.440+07:00</atom:updated><title>Kita Berjalan Allah Berlari</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rintihan hati ialah tanda kita hamba ang tak punya kuasa apa-apa untuk menghalang kudrat dan iradahNya. Tak berupaya menepis Qadak dan QadarNya. Hanya belas kasihan Allah yang diharapkan dapat menjauhkan diri daripada segala bala bencana. Hati yang tidak pernah ingat, apalagi merintih kepada Allah, adalah hati seorang tuan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya seganya Allah timpakan ujian yang berat keatas hambanya. Ketika itu hati si hamba akan merintih walaupun bibir boleh mengukir senyum. Kadang-kadang ujuan datang silih berganti ; seolah-olah Allah tidak mendengar rintihan hati hambaNya. Sebenarnya, Allah rindu untuk mendengar rintihan hati si hamba.  Tanpa unjian, hati tidak ingat Allah dan ia berawa tenteram, hingga hilanglahlah rasa kehambaan daripada dalam diri. Lalu karena itu, Allah datangkan ujian silih berganti agar rintihan hati si hamba tidak terputus kepada Tuhannya.&lt;br /&gt;Dari Abi Hurairah r.a. bahwa Rasullullah SAW bersabda : ”Allah SWT berfirman : ”Aku dengan persangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia berzdikir kepada-Ku, dan Allah SWT lebih sendang dengan taubat seorang manusia dari pada seorang kalian menemukan kembali perbekalanya di pada tandus. Barangsiapa yang mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu lengan, dan barang siapa mendekat kepada-Ku satu lengan maka Aku akan mendekat kepadanya dua lengan, dan jika ia menghapd kepada-Ku dengan berjalan maka Aku menemuinya dengan berlari”. (Hadits diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim).&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;”Allah SWT berfirman : Wahai anak Adam, bangunlah kepada-Ku niscaya akau akan berjalan kepadamu, dan berlanlah kepada-Ku niscaya Aku akan datang kepadamu dengan berlari” (Riwayah Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1779314964122234994-5306993283814114025?l=www.al-ikhwan.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.al-ikhwan.web.id/2008/08/kita-berjalan-allah-berlari.html</link><author>noreply@blogger.com (Nasyid Al-Ikhwan Pontianak)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1779314964122234994.post-4463434386391169340</guid><pubDate>Wed, 20 Aug 2008 16:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-09T08:46:29.041+07:00</atom:updated><title>Semua Telah Dijawab-Nya</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kenapa Aku Diuji ???&lt;br /&gt;Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami Telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan Sesungguhnya kami Telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-Ankabut : 2-3)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Tak Dapat Yang Aku Mau ???&lt;br /&gt;Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui. (Al-Baqarah : 216)&lt;br /&gt;Kenapa Ujian Seberat Ini ???&lt;br /&gt;Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Al-Baqarah : 286)&lt;br /&gt;Rasa Frustasi ???&lt;br /&gt;Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Al-Imran : 139)&lt;br /&gt;Bagaimana Menghadapinya ???&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. (Al-Imran : 200)&lt;br /&gt;Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'. (Al-Baqarah : 45)&lt;br /&gt;Apa Yang Aku Dapat Dari Semua Ini ???&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka…. (At-Taubah : 111)&lt;br /&gt;Kepada Siapa Aku Berharap ???&lt;br /&gt;"Cukuplah Allah bagiKu; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya Aku bertawakkal". (At-Taubah : 129)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1779314964122234994-4463434386391169340?l=www.al-ikhwan.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.al-ikhwan.web.id/2008/08/semua-telah-dijawab-nya.html</link><author>noreply@blogger.com (Nasyid Al-Ikhwan Pontianak)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1779314964122234994.post-2588548743907282306</guid><pubDate>Wed, 20 Aug 2008 16:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-09T08:47:13.434+07:00</atom:updated><title>Cinta dan Benci</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada suatu nasihat yang dinilai oleh sebagian ulama sebagai hadits Nabi Muhammad SAW : “Cintailah kekasihmu secara wajar saja, siapa tahu suatu ketia ia menjadi seterumu. Dan bencilah seterumu secara wajar juga , siapa tahu suatu saat ia menjadi kekasihmu. Cinta dan benci adalah naluri manusi, tidak heran jika agama memberikan petunjuk menyeangkut hal tersebut sebagaimana petunjuknya menyangkut potensi-potensi manusia yang lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Nasihat di atas ditujukan kepada manusi, dimeikian juga kekasih dan steru yang dimaksud. Manusia memiliki Qalbu, yang dalam bahasa aslinya berarti, “Bolak-balik”. Hati manusia dinamai Qalbu karena ia sering berubah-ubah, sekali ke kiri dan sekali ke kanan. Apalagi bila ia tidak memiliki pegangan hidup dan tolok ukur yang pasti.&lt;br /&gt;Cinta dan benci mengisi suatu waktu, sedangkan waktu it uterus berlalalu. Karenanya, cinta dan benci pun dapat berlalu. Sebelum bercinta, seseorang merasa dirinya adalah salah satu yang “ada”. Tetapi, ketika bercinta, ia dapat merasa memiliki “ada”. Dan ketika cintanya putus, ia merasa “tidak ada” dan hampa. Demikianlah cinta mempermainkan manuisa. Cinta dan persahabatan anak muda menurut sebagian pakar didorong oleh usaha memperoleh kelezatan. Karenanya, ia serba cepat, yaitu cepat terjalin dan cepat pula putus. Sedangkan cinta dan persahabatan orang dewasa adalah demi memperoleh manfaat, dan ini pun beragam sehingga ia pun bersifat sementara. Abu Hayyan At-Tauhidy menulis : “Perjalanan yang paling panjang adalah perjalanan mencari sahabat.” Sahabat, menurut Aris Toteles, adalah Anda sendiri, hanya saja dia orang lain.&lt;br /&gt;Dia adalah Kita sendiri. Dan ingat, Kita memiliki Qalbu yang seringkali berubah-ubah. Karenya, tidaaak ada persahabatan yang kekal, apalagi dalam dunia kelezatan dan kepentingan. Para sahabat akrab, pada hari kemudian saling bermusuhan kecuali orang-orang yang bertaqwa (Qs 43:67).  Karena orang bertaqwa memiliki pegangan hidup dan tolok uku yang pasti, yang bersumber dari Allah yang Mahakekal.&lt;br /&gt;“Janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. berlaku adillah, Karena adil itu lebih dekat kepada takwa” (Q.S. Al-Maaidah : 8)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1779314964122234994-2588548743907282306?l=www.al-ikhwan.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.al-ikhwan.web.id/2008/08/cinta-dan-benci.html</link><author>noreply@blogger.com (Nasyid Al-Ikhwan Pontianak)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1779314964122234994.post-8786187059402643174</guid><pubDate>Sat, 16 Aug 2008 14:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-09T08:47:50.344+07:00</atom:updated><title>Siapakah Rabi' Ibnu Khutsaim ?</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rabi’ Ibnu Khutsaim adalah seorang dari Bani Mudharr (Quraisy), beliau adalah seorang yang selalu tenggelam dalam ibadah pada ALLAH SWT, sehingga orang-orang mengatakan: “Ia adalah orang yang dari sejak jari-jarinya masih merah sudah ahli ibadah.” Dari sejak kecil Rabi’ dibesarkan dalam ibadah kepada ALLAH SWT, ia seorang yang terjaga dari perbuatan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika usia masih kanak-kanak ia sudah sedikit sekali tidur di waktu malam, ibunya sering memergokinya di tengah malam sedang shalat diam-diam sementara suara tangis di dalam dadanya bagaikan air yang sedang mendidih di dalam kuali. Ketika ibunya bertanya kepadanya: “Mengapakah kamu tidak tidur?” Jawabnya: “Bagaimana aku bisa tidur, sementara malam telah makin larut dan musuhku senantiasa mengintaiku.” Kata ibunya: “Siapakah musuhmu itu anakku?” Jawab Rabi’: “Maut wahai ibu.”&lt;br /&gt;Semakin remaja maka makin tambah-tambah taqwanya, sehingga setiap malam suara tangisnya makin memilukan, pagi dan siang haripun ia sering berlinangan air mata. Sampai-sampai ibunya menjadi bingung dan bertanya kepadanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anakku sayang, apakah kau pernah berbuat dosa besar?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Rabi’: “Benar ibu, aku telah berbuat dosa yang sangat besar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ibunya: “Inna liLLAHi… Dosa apakah itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Rabi’: “Aku telah membunuh orang wahai ibu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ibunya : “Ya RABB! Kalau begitu segeralah minta maaf dan kita mohonkan untuk bisa membayar diyat kepada&lt;br /&gt;keluarganya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Rabi’: “Wahai ibu, aku telah membunuh diriku sendiri dan aku membunuhnya dengan dosa-dosaku, itu sebabnya aku selalu menangis…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabi’ Ibnu Khutsaim adalah murid tersayang dari sahabat AbduLLAH bin Mas’ud ra (salah seorang dari 7 orang ahli al-Qur’an dimasa Nabi SAW). Ketika pertama kali ia bertemu dengan Ibnu Mas’ud ra, maka Ibnu Mas’ud berkata: “Aku melihat kamu sekali saja wahai anak, aku lihat wajahmu termasuk AL-MUKHBITIN (orang-orang yang sangat khusyu’ kepada ALLAH SWT).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Mundzir ats Tsauri berkunjung ke rumah Hilal bin Isaaf (keduanya adalah tokoh tabi’in), lalu kata Hilal: “Mari kita berkunjung ke rumah syaikh kita.” Lalu mereka berdua datang ke rumah Rabi’ Ibnu Khutsaim. Kata Hilal: “Jika engkau duduk bersamanya, maka sungguh ia akan menundukkan kepala menghormatimu dan tidak akan berbicara sebelum engkau mulai berbicara.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabi’ adalah seorang yang sangat miskin, bukan karena tidak berusaha tapi karena ia selalu mementingkan orang lain dibandingkan dirinya sendiri, sehingga bajunya penuh tambalan disana-sini. Suatu hari selesai bekerja dan mendapatkan upahnya, ia membeli makanan dan ketika akan dimakannya ia berkata dalam hati: “Alangkah bahagianya jika aku berikan ini pada orang yang lebih membutuhkan…” Maka diberikannya kepada orang yang lebih fakir darinya, ketika ia ditegur oleh sahabat-sahabatnya tentang hal itu, maka ia manjawab dengan membacakan QS Ali Imraan ayat 92 [1].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah pada suatu hari ada orang yang memujinya akan ketaqwaannya, maka jawabnya: “Jangan tertipu dengan bentuk lahiriah seseorang, sebab manusia hanya bisa menilai lahiriahnya saja, dan ingatlah bahwa setiap kita akan dinilai amal kita, dan penilainya adalah Yang Maha Teliti dan yang paling teliti.” Ia selalu berkata:&lt;br /&gt;“Penyakit badan itu adalah obat bagi penyakit kenikmatan, istighfar adalah obat bagi penyakit dosa-dosa dan cara pengobatannya adalah kamu berhenti dari maksiat dan tidak mengulanginya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kata-kata mutiara yang diucapkannya, diantaranya: “MA QUTILA HUNA, FA KUTIBA WA QURI’A HUNAK…” (Apa-apa yang kamu ucapkan di sini/dunia, maka akan dituliskan dan dibacakan semuanya nanti/di akhirat…) Dalam waktu lain ia berkata: “Ingat bahwa maut itu ghaib, dan sesuatu yang ghaib dan lama tidak menampakkan diri, maka ia akan menimbulkan keraguan tentang keberadaannya, padahal ia akan datang dengan dahsyatnya pada kalian, bacalah oleh kalian jika kalian mau QS al-Fajr ayat 22 [2].” Ketika itu lalu terdengarlah panggilan adzan, maka Rabi’ memungkas ucapannya dengan berkata: “HAYYA ‘ALA DA’IYALLAH… (Marilah pada penyeru-penyeru ALLAH…) Walaupun harus merangkak…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabi’ paling takut jika membaca QS al-Jaatsiyyah ayat 22 [3]. Ayat itu selalu diingatnya, dan jika ia membaca ayat tersebut maka ia akan menangis terus sampai fajar, sehingga basah janggut dan gamisnya. Suatu hari ia sebagaimana salafus-shalih yang lainnya berjalan-jalan untuk menyaksikan ayat-ayat ALLAH SWT (tafakkur-alam). Dan ia melihat seorang pandai besi yang sedang membakar kapur yang besar, maka ia teringat akan neraka sehingga ia berkata: INTAHAYNA YA RABB… INTAHAYNA… (Aku benar-benar akan berhenti wahai RABB…Aku benar-benar akan berhenti…)” Maksud Rabi’ adalah berhenti dari maksiat. Lalu ia jatuh pingsan… Dan beberapa waktu kemudian orang menemukannya telah wafat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berpisah wahai orang yang sangat takut kepada ALLAH, Jannah ALLAH tempat kembali yang sesuai dengan ketaqwaanmu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1779314964122234994-8786187059402643174?l=www.al-ikhwan.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.al-ikhwan.web.id/2008/08/siapakah-rabi-ibnu-khutsaim.html</link><author>noreply@blogger.com (Nasyid Al-Ikhwan Pontianak)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1779314964122234994.post-858750059146681692</guid><pubDate>Tue, 12 Aug 2008 17:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-09T08:48:23.041+07:00</atom:updated><title>Siapakah KIta ?</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Siapakah orang yang sibuk? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Siapakah orang yang manis senyumanya? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabb, Aku redha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siapakah orang yang kaya? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siapakah orang yang miskin?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siapakah orang yang rugi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siapakah orang yang paling cantik?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siapakah orang yang mempunyai akal?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siapakah org yg PELIT ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yg pelit ialah org yg membiarkan tulisan ini begitu saja, malah dia tidak akan menyampaikan kepada org lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1779314964122234994-858750059146681692?l=www.al-ikhwan.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.al-ikhwan.web.id/2008/08/siapakah-kita.html</link><author>noreply@blogger.com (Nasyid Al-Ikhwan Pontianak)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1779314964122234994.post-2380107399337410807</guid><pubDate>Tue, 12 Aug 2008 14:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-09T08:49:42.882+07:00</atom:updated><title>Kekuatan Itu Dari Allah</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kesadaran akan keterlibatan Allah bukan suatu alasan yang menyebabkan kita malah malas. Tidak berusaha karena hanya berharap pada takdir Allah. Justru seharusnya hal ini menjadi suatu dorongan kuat bagi kita. Inilah yang akan menjadi motivasi kita.&lt;br /&gt;Ada beberapa hikmah yang bisa kita ambil dari kesadaran kita akan keterlibatan Allah, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kekuatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang bisa melawan takdir Allah? Jika kita ditakdirkan berhasil siapa yang bisa&lt;br /&gt;mencegahnya? Berlaku juga untuk sebaliknya kalau kita ditakdirkan untuk kecewa&lt;br /&gt;atau sedih meski kita tidak melakukan apa-apa, kekecewaan atau kesedihan pasti&lt;br /&gt;menghampiri kita. Sehingga tidak ada pilihan bagi kita kecuali untuk berusaha.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sabar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang meyakini akan takdir Allah, dia akan selalu sabar setiap musibah&lt;br /&gt;menimpanya, karena semuanya dari Allah. Dia akan menyambut musibah itu dengan&lt;br /&gt;tegar, setegar gunung atau setegar karang diterjang ombak laut. Tanpa goyah sedikit&lt;br /&gt;pun.&lt;br /&gt;Sungguh indah apa yang dikatakan Ali bin Abi Thalib r.a.: “Hai bapak Fulan,&lt;br /&gt;sesungguhnya jika engkau bersabar, engkau telah melewati takdirmu, dan engkau&lt;br /&gt;mendapatkan pahala. Tetapi sekiranya engkau bersedih hati, sesungguhnya takdir&lt;br /&gt;tetap saja berlaku, dan engkau mendapatkan dosa.”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ridha dan Qana’ah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita akan ridha terhadap apa yang diberikan Allah dan qanaah akan rezeki yang Dia&lt;br /&gt;berikan kepada kita. Sehingga kalau kita sudah berusaha tetapi takdir bicara lain,&lt;br /&gt;kita akan ridha dengan kegagalan yang dia alami, karena semua dari Allah. Tidak&lt;br /&gt;ada alasan untuk tidak ridha.&lt;br /&gt;Pengaruh dari sikap ini dia akan bersungguh-sungguh mencari rezeki dan dengan&lt;br /&gt;cara yang benar.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menerima Apa Adanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang yakin dengan takdir, dia akan menerima apa yang diberikan Allah&lt;br /&gt;kepadanya. Sikap ini akan melahirkan kekuatan jiwa, tidak akan kecewa, sedih,&lt;br /&gt;putus asa, dan sikap-sikap cengeng lainnya. Dia yakin apa yang terjadi pada dirinya&lt;br /&gt;adalah yang terbaik bagi dia.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memiliki Harga Diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang yakin akan takdir Allah akan memiliki harga diri karena yakin apa yang&lt;br /&gt;dia miliki bukan berasal dari manusia tetapi dari Allah semata. Jika pun ada peran&lt;br /&gt;manusia, itu hanya sebagai perantara saja. Harga diri ini akan menjadi sumber&lt;br /&gt;kekuatan luar biasa, sehingga dia bisa mencurahkan segenap potensinya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berjiwa Tenang dan Damai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang yakin akan takdir, akan yakin pula bahwa segala musibah tidak akan&lt;br /&gt;membuatnya takut dan ciut. Dia tenang terhadap apapun yang akan dan telah terjadi&lt;br /&gt;karena semua kehendak Allah. Dia tidak akan ragu melakukan apapun karena hasil&lt;br /&gt;adalah keputusan Allah setelah dia berusaha. Dia tidak akan menyesali masa lalu,&lt;br /&gt;dia yakin dengan masa kini, dan berani menghadapi hari esok.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berorientasi ke Depan dan Doing The Best&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang yakin akan kekuatan Allah, sabar, ridha, qana’ah, menerima apa adanya,&lt;br /&gt;memiliki harga diri, tenang, dan damai terhindar dari penyesalan masa lalu, berani&lt;br /&gt;menghadapi realitas, bebas dari rasa pesimis, dia tidak mendapatkan jalan lain&lt;br /&gt;kecuali berorientasi ke depan menuju yang lebih baik, bertumbuh, dan melakukan&lt;br /&gt;pekerjaan sebaik mungkin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1779314964122234994-2380107399337410807?l=www.al-ikhwan.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.al-ikhwan.web.id/2008/08/kekuatan-itu-dari-allah.html</link><author>noreply@blogger.com (Nasyid Al-Ikhwan Pontianak)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1779314964122234994.post-4642096672135721240</guid><pubDate>Thu, 07 Aug 2008 16:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-21T00:19:48.551+07:00</atom:updated><title>Membaca Itu Keren !!!</title><description>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Membaca itu keren, cool, oke. Jadi kalo kamu mau dianggap remaja yang aptudet, nggak ketinggalan jaman, bukan remaja kuper apalagi gaptek, kamu bisa coba cara tersebut. Gimana nggak keren? Sementara banyak diantara remaja seusia kita yang lebih memilih menghabiskan waktunya dengan ngeceng di mall, dengan adu balap motor di jalan raya, atau pamer-pamer gaya hidup yang jet zet tanpa mikir pantas apa nggak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Kita dengan santainya melalap ilmu dengan cara yang menyenangkan, nggak perlu nguras kantong, apalagi nyusahin orang lain. Kita dapat menjadi keren dimanapun kita berada. Mau tau gimana caranya? Ya, membaca. Dengan cara yang menyenangkan, kita jadi tau tentang banyak hal yang belum tentu diketahui oleh banyak orang. Kita bisa menjadi orang-orang yang istimewa di antara orang-orang yang biasa. Dengan kata lain, kita bisa menjadi apa saja dengan membaca.&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah mendapatkan wahyu pertama dari Allah swt, melalui perantara malaikat Jibril, kegiatan inilah yang paling pertama di seru. Bahkan, hingga tiga kali seruan itu disampaikan oleh malaikat Jibril. Membaca. Iqra! Iqra! Iqra! Dapat dikatakan bahwa membaca adalah sebuah langkah awal untuk  memperluas wawasan, informasi dan mempelajari betapa luasnya ilmu Allah yang dapat kita pelajari.&lt;br /&gt;Membaca adalah kunci ilmu. Sebagaimana yang diperintahkan oleh wahyu pertama kali kepada Rasulullah SAW, menjadi bukti yang jelas bagi kita tentang betapa pentingnya membaca. Ayat yang pertama kali diturunkan oleh Allah Subhannahu wa Ta’ala kepada Nabi Muhammad SAW, yakni;&lt;br /&gt;“Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dengan segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Paling Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam.” (QS. al-’Alaq:1-4)&lt;br /&gt;Bayangin deh!, sebegitu pentingnya kegiatan ini, hingga Rasulullah SAW memberitahukan bahwa mencari ilmu adalah merupakan kewajiban bagi setiap muslim. (HR Ibnu Majah dengan sanad dhaif, dihasankan sebagian ahli hadits dan yang lain menshahihkan). Nah, dari hal tersebut, maka nggak ada lagi keraguan bagi semua orang termasuk kita, untuk selalu menambah wawasan, ilmu dan pengetahuan, kapanpun dan dimanapun kita berada dengan cara yang paling jitu. Ayo baca!!&lt;br /&gt;Hasil keren dari membaca&lt;br /&gt;Nah sobat, kalo kamu masih penasaran dengan hasil yang  bisa kita dapetin dari kegiatan ini, coba kita perhatiin deh sekelumit manfaat yang bisa kita rasakan setelah kamu membaca tentang banyak hal:&lt;br /&gt;•Membaca –termasuk saudara kembarnya; menulis- merupakan kunci ilmu.&lt;br /&gt;•Membaca dapat menjadi cara yang paling tepat untuk dapat mengenal Allah Subhannahu wa Ta’ala, beribadah kepada-Nya, taat kepada-Nya dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;•Kita bisa tahu sejarah keadaan umat-umat yang terdahulu dan dapat mengambil manfaat dari mereka.&lt;br /&gt;•Kita bisa tahu hal-hal yang bermanfaat dan yang berbahaya di dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;•Dengan membaca, kita bisa  mendapat pahala yang besar dan balasan yang banyak, apalagi kalo yang dibaca adalah Kitabullah atau buku-buku yang bermanfaat, yang nunjukin kita kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan.&lt;br /&gt;•Mengangkat derajat kehidupan kita menjadi lebih terhormat, seperti yang di janjikan Allah; “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. 58:11)&lt;br /&gt;Wew…so, buat kamu-kamu yang sampe sekarang masih ogah-ogahan buka buku, yang lebih sering main games daripada baca buku, kayaknya sekarang kudu mengubah pola itu deh, karena salah satu kunci dari pencarian ilmu, adalah dengan cara membaca. Dengan membaca pula kita bisa jadi tahu siapa sih sebenarnya diri kita, apa saja yang ada dalam diri kita, hal-hal apa saja yang kita butuhkan, dan lain-lain. Karena sebelum kita mencoba mengenali Allah (ma’rifatullah) kita harus terlebih dulu memahami diri kita sendiri “Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa Rabbahu” (Barang siapa mengenal dirinya, niscaya ia mengenal Tuhannya).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1779314964122234994-4642096672135721240?l=www.al-ikhwan.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.al-ikhwan.web.id/2008/08/membaca-itu-keren.html</link><author>noreply@blogger.com (Nasyid Al-Ikhwan Pontianak)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1779314964122234994.post-7381591250108549572</guid><pubDate>Wed, 30 Jul 2008 15:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-09T08:50:31.272+07:00</atom:updated><title>Apakah Ciri-ciri Wanita Syurga ?</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk surga ? Bagaimana dengan istri-istri kaum mukminin di dunia yakni wanita-wanita penduduk bumi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isetri-isteri kaum mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Tentunya setiap wanita muslimah ingin menjadi ahli surga. Pada hakekatnya wanita ahli surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Di antara ciri-ciri wanita ahli surga adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Bertakwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya,&lt;br /&gt;kitab-kitab-Nya, rasul-rasul- Nya, hari kiamat dan beriman kepada taqdir yang baik maupun yang buruk.&lt;br /&gt;3.Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah semata, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan naik haji bagi yang mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah,&lt;br /&gt;jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah,&lt;br /&gt;tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya,&lt;br /&gt;takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah,&lt;br /&gt;bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Gemar membaca Al-Qur’an dan berusaha memahaminya,&lt;br /&gt;berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang, dan berdo’a kepada Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar&lt;br /&gt;pada keluarga dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim,&lt;br /&gt;fakir miskin dan seluruh makhluk,&lt;br /&gt;serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang menahan pemberian kepada dirinya, dan mema’afkan orang yang menzaliminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Berinfak baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.Berbakti kepada kedua orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.Menyambung tali silaturrahmi dengan karib kerabatnya,&lt;br /&gt;sahabat terdekat dan terjauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian beberapa ciri-ciri wanita ahli surga yang&lt;br /&gt;saya sadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah hanya 11 hal. 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan, tetapi ciri-ciri wanita ahli surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ayat)&lt;br /&gt;…. Dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar. (Q.S. An-Nisa’ : 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bish-shawaab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Source from bicaramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1779314964122234994-7381591250108549572?l=www.al-ikhwan.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.al-ikhwan.web.id/2008/07/apakah-ciri-ciri-wanita-syurga.html</link><author>noreply@blogger.com (Nasyid Al-Ikhwan Pontianak)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1779314964122234994.post-991063631504195154</guid><pubDate>Wed, 30 Jul 2008 15:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-21T00:20:25.949+07:00</atom:updated><title>Perempuan Pilihan</title><description>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jika menetapkan pilihan adalah keniscayaan hidup maka adanya seleksi menjadi kausalitas dari proses memilih itu. Manusia secara  didaktis akan menyeleksi setiap substansi kehidupan di sekitarnya, termasuk diantaranya adalah melakukan seleksi untuk para perempuan. Mungkin kenyataan ini terlalu misoginis. Namun demikianlah adanya. Seleksi itu memilih perempuan terpilih untuk kemudian menjadi  perempuan pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah perempuan pilihan? Dia pernah hidup di sebuah peradaban dan memiliki kekhasan yang membedakan dengan perempuan-perempuan yang hidup di peradaban itu pada umumnya. Mungkin kebanyakan kita tidak mengenal nama Zanubiya. Buku 100 wanita pilihan menulis histori Ratu kerajaan Tadmur itu, sebuah kerajaan kecil di ranah Arab, dengan sangat mengagumkan. Kecerdasan, keberanian wibawa, kecantikan serta keibuannya memenuhi kualifikasi dia sebagai perempuan pilihan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan-perempuan pilihan dalam sejarah Islam adalah representasi muslimah dengan kesuksesan perannya. Khadijah ra adalah profil tepat pendamping tokoh besar. Asma Binti Abu Bakar merupakan representasi aktifis perempuan Islam. Aisyah ra sebagai ilmuwan perempuan. Fatimah ra profil anak perempuan, Khansa ra profil mujahidah, Nusaibah adalah ra pejuang perempuan dan tabi’in terpilih lain yang mungkin sedikit bahkan tidak pernah tercatat dalam sejarah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu fakta cukup mengenaskan. Generasi tabi’in perempuan setelah nabi terus mengalami penurunan luar biasa kualitas biogratifnya. Hal ini berlanjut hingga sekarang. Ada apa dengan para muslimah? Salah satu anasirnya adalah penghargaan terbaik untuk perempuan di era nabawaiyah, setelah itu para muslimah banyak yang terjebak dalam polarisasi  nilai yang menyerang zaman ini cukup akut. Ada banyak tangan mempermainkan nilai, sistem bahkan ayat-ayat Al Qur’an sedemikian lihai.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1779314964122234994-991063631504195154?l=www.al-ikhwan.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.al-ikhwan.web.id/2008/07/perempuan-pilihan.html</link><author>noreply@blogger.com (Nasyid Al-Ikhwan Pontianak)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1779314964122234994.post-2014563159754581222</guid><pubDate>Wed, 30 Jul 2008 15:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-21T00:20:56.257+07:00</atom:updated><title>Haree Genee, Ngak PD ??</title><description>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_Cv8cqaVlrD4/SJCMWf2KIxI/AAAAAAAAAFc/tE2BGkJCpXs/s1600-h/awa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_Cv8cqaVlrD4/SJCMWf2KIxI/AAAAAAAAAFc/tE2BGkJCpXs/s400/awa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228833485510812434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pernah dengar PD, bukan perang dunia loh, tapi Percaya Diri. Sepertinya, masalah krisis kepercayaan diri (krisis PD) menjadi salah satu masalah klasik yang selalu dialami oleh sebagian remaja kita. Padahal, sebetulnya, masalah itu kalo dibiarin berlama-lama bisa  menjadi bumerang buat diri kita sendiri loh. Bisa jadi, potensi yang ada dalam diri kita justru terhambat karena hanya sebuah permasalahan yang sebenarnya nggak perlu jadi masalah. Nah, kita akan coba ulas sejauh mana pengaruh kepercayaan diri mempengaruhi keberhasilan seseorang, dan bagaimana cara mengatasi krisis PD yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Memiliki rasa percaya diri (PD) itu penting lho. Kalau punya PD tinggi, kita bisa mengembangkan potensi yang ada dalam diri kita secara optimal. Nggak perlu lagi deh kita merasa minder atau malu-malu ketika harus tampil di pasar, ups… di depan umum maksudnya. Pada kesempatan apapun. Dengan PD, kita juga bisa jadi tambah pinter, karena kita juga jadi berani angkat tangan untuk bertanya. Dan bisa jadi juga kita dikenal oleh banyak orang karena nggak minder dalam pergaulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kira-kira apa ya, yang bisa menyebabkan kita suka minder atau kurang PD? Ternyata banyak juga alasannya. Ini dia sebab-sebabnya supaya kita bisa terhindar dari kekurangan rasa percaya diri :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kita suka mikir yang enggak-enggak tentang diri kita sendiri. Aduh jangan mandang sebelah mata sama diri sendiri dong!. Kalau ngerasa malu dengan fisik kita, yakinkan di hati kalau semua itu adalah anugrah Tuhan yang pasti ada manfaatnya. Contoh : kalo punya jempol tangan yang pendek, agak gemuk dan    ga enak diliat, pasti tetep ada manfaatnya, buat smsan misalnya. Kan nyambung tali silaturrahim itu penting, tul nggak??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Takut salah bisa membuat kita nggak maju. Kalo kita selalu ngerasa takut salah dalam melakukan sesuatu, ya nggak akan pernah bisa berhasil. Makanya jangan pernah takut salah. Kalo takut salah, mendingan ke laut aja. Karena, kesalahan adalah langkah awal menuju keberhasilan. Tokoh-tokoh besar dunia yang penemuannya sekarang bermanfaat buat kita juga, dulunya selalu melakukan kesalahan, tapi mereka terus mencoba untuk memperbaiki kesalahannya. So, jangan pernah takut salah!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kalo kita bergaul sama pengecut, otomatis kita juga akan jadi pengecut, karena pergaulan kita mempengaruhi kepribadian kita, karena kita berada di lingkungan yang mayoritas tidak punya rasa PD tinggi. Percaya deh, sedikit banyak, kita sangat dipengaruhi oleh lingkungan di mana kita berada. Kan kata Rasullullah juga, “Dirimu adalah sebagaimana temanmu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kita sering terpengaruh dengan pendapat orang lain, dan malangnya tidak semua pendapat itu benar. Pendapat atau masukan dari luar boleh saja kita tampung. Tugas kita adalah mengolahnya, sekaligus untuk evaluasi diri. Seandainya pendapat itu justru membuat kita menjadi mundur atau ragu-ragu, nah boleh deh ditolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, hilangkan jauh-jauh rasa minder dalam diri kita, nggak usah liat kekurangan yang ada, perbaiki kesalahan yang kita buat, dan perkaya diri kita dengan ilmu. Otomatis, sekurang-kurangnya kita dalam banyak halpun pasti akan tertutupi oleh kelebihan yang kita punya meskipun sedikit, yang penting PD dulu. Tapi ingat..!!! Jangan berlebihan, karena sesuatu yang berlebihan itu nggak bagus. Jangan over PD! Positive thinking bout our self is must be!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1779314964122234994-2014563159754581222?l=www.al-ikhwan.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.al-ikhwan.web.id/2008/07/haree-genee-krisis-pd-nggak-banged.html</link><author>noreply@blogger.com (Nasyid Al-Ikhwan Pontianak)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_Cv8cqaVlrD4/SJCMWf2KIxI/AAAAAAAAAFc/tE2BGkJCpXs/s72-c/awa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1779314964122234994.post-2552153777758987798</guid><pubDate>Wed, 30 Jul 2008 15:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-21T00:21:20.860+07:00</atom:updated><title>Pemuda Idaman Syurga</title><description>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Nah, sekarang giliran kita deh, sebagai generasi muda harapan emak, ups harapan bangsa maksudnya, yang boleh sedikit berbangga hati (tapi jangan berlebihan ya!!). So pasti deh kudu bangga..Gimana nggak bangga, coba? Eksistensi pemuda dalam agama Cinta ini sungguh sangat dihargai. Bahkan, al-Qur’an memaparkan dengan jelas tentang kepemudaan dalam salah satu suratnya. Masih ga percaya juga?? Islam itu merhatiin banget ‘n memuliakan para pemuda kayak kita ini. Al-Qur’an menceritakan tentang potret pemuda dalam fragmen ashaabul kahfi sebagai kelompok pemuda yang beriman pada sang Pencipta, Allah SWT. ‘n ninggalin mayoritas kaumnya yang ingkar dari agama Allah SWT, sehingga Allah SWT menyelamatkan para pemuda itu dengan membuat mereka tertidur selama 309 tahun. Coba deh contek: QS 18..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Lain ashaabul kahfi, lain juga kisah pemuda ashaabul ukhdud dalam Kitab-Nya, yang juga menceritakan tentang pemuda tegar dalam keimanannya kepada Allah SWT, sampe-sampe banyak yang ngikutin jejaknya untuk beriman kepada Allah SWT. Hingga aksinya ini bikin keki penguasa pada saat itu. Saking keselnya sama orang-orang yang beriman, penguasa dzolim itu tega membinasakan ratusan orang dengan diceburkan ke dalam parit berisi api yang bergejolak (sabab nuzul QS ). Naudzubillah, sereem banget deh. Horor!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi contoh-contoh kisah para pemuda lainnya, yang bisa kita jadikan suri tauladan sebagai cermin diri. Diantaranya bahwa mayoritas dari assabiquunal awwaluun (orang-orang yang pertama kali beriman kepada Rasulullah SAW) adalah para pemuda (Abubakar ra masuk Islam pada usia 32 tahun, Ali ra 9 th, Umar ra 35 th, , Utsman ra 30 th, dst). Nah, kita yang mayoritasnya sedari brojol dari rahim ummi tercinta udah menyandang status sebagai muslim, masih aja berperilaku yang neko-neko. Capee deeeh..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia Biar Allah Fall in love sama kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tau apa rahasianya biar bisa jadi pemuda yang dicintai oleh Allah SWT? Ini dia rahasianya. Sifat-sifat yang membuat para pemuda itu dicintai Allah SWT dan mendapatkan derajat yang tinggi sampe-sampe kisahnya diabadikan dalam al-Qur’an dan dibaca oleh jutaan manusia dari zaman baheula hingga sekarang dan masa yang akan datang, adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Karena mereka selalu menyeru pada al-haq (QS 7/181)&lt;br /&gt;2. Mereka mencintai Allah SWT, maka Allah SWT mencintai mereka (QS 5/54)&lt;br /&gt;3. Mereka saling melindungi, menegakkan shalat (QS 9/71), tidak sebagaimana para pemuda yang menjadi musuh Allah SWT (QS 9/67)&lt;br /&gt;4. Mereka adalah para pemuda yang memenuhi janjinya kepada Allah SWT (QS 13/20)&lt;br /&gt;5. Mereka tidak ragu-ragu dalam berkorban diri dan harta mereka untuk kepentingan Islam (QS 49/15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah tuh coba, tips-tipsnya udah di kasih, contoh juga ada. Masih mau jadi pemuda dan pemudi yang memble tanpa arti? Kalo kita memble ‘n ga punya arti dalam hidup ini jangan coba-coba bangga jadi pemuda deh!! Kalo masih saja ngandelin kemualiaan leluhur, tanpa pernah membuktikan kalo diri sendiri bisa berguna, apa yang mau di banggain? Well, sebelum tubuh lemah tak berdaya di makan usia, selama semangat masih membara, ayoo tunjukkan, kalo kita juga BISA!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1779314964122234994-2552153777758987798?l=www.al-ikhwan.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.al-ikhwan.web.id/2008/07/pemuda-idaman-syurga_30.html</link><author>noreply@blogger.com (Nasyid Al-Ikhwan Pontianak)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1779314964122234994.post-4544819701398821139</guid><pubDate>Wed, 30 Jul 2008 15:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-21T00:21:43.592+07:00</atom:updated><title>Kepemimpinan Sejati</title><description>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau pun jabatan seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi lingkungan pekerjaannya, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dikatakan dengan lugas oleh seorang jenderal dari Angkatan Udara Amerika Serikat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I don’t think you have to be wearing stars on your shoulders or a title to be a leader. Anybody who wants to raise his hand can be a leader any time.”&lt;br /&gt;-General Ronal Fogleman, US Air Force-&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau transformasi internal dalam diri seseorang. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace) dan membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya, pada saat itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati. Jadi pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pada suatu hari filsuf besar Cina, Lao Tsu, ditanya oleh muridnya tentang siapakah pemimpin yang sejati, maka dia menjawab:&lt;br /&gt;As for the best leaders, the people do not notice their existence.&lt;br /&gt;The next best, the people honour And praise.&lt;br /&gt;The next, the people fear, And the next the people hate.&lt;br /&gt;When the best leader’s work is done, The people say, ‘we did it ourselves’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru seringkali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka yang dipimpinnya. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan, maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager), motivator, inspirator, dan maximizer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep pemikiran seperti ini adalah sesuatu yang baru dan mungkin tidak bisa diterima oleh para pemimpin konvensional yang justru mengharapkan penghormatan dan pujian (honor and praise) dari mereka yang dipimpinnya. Semakin dipuji bahkan dikultuskan, semakin tinggi hati dan lupa dirilah seorang pemimpin. Justru kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang didasarkan pada kerendahan hati (humble).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpinan sejati dapat kita peroleh dari kisah hidup Nelson Mandela. Seorang pemimpin besar Afrika Selatan, yang membawa bangsanya dari negara yang rasialis, menjadi negara yang demokratis dan merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyaksikan sendiri dalam sebuah acara talk show TV yang dipandu oleh presenter terkenal Oprah Winfrey, bagaimana Nelson Mandela menceritakan bahwa selama penderitaan 27 tahun dalam penjara pemerintah Apartheid, justru melahirkan perubahan dalam dirinya. Dia mengalami perubahan karakter dan memperoleh kedamaian dalam dirinya. Sehingga dia menjadi manusia yang rendah hati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal, Kenneth Blanchard, bahwa kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Perubahan karakter adalah segala-galanya bagi seorang pemimpin sejati. Tanpa perubahan dari dalam, tanpa kedamaian diri, tanpa kerendahan hati, tanpa adanya integritas yang kokoh, daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan, dan visi serta misi yang jelas, seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter Seorang Pemimpin Sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kita memiliki kapasitas untuk menjadi pemimpin. Dalam tulisan ini saya memperkenalkan sebuah jenis kepemimpinan yang saya sebut dengan Q Leader. Kepemimpinan Q dalam hal ini memiliki empat makna. Pertama, Q berarti kecerdasan atau intelligence (seperti dalam IQ - Kecerdasan Intelektual, EQ - Kecerdasan Emosional, dan SQ - Kecerdasan Spiritual). Q Leader berarti seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan IQ-EQ-SQ yang cukup tinggi. Kedua, Q Leader berarti kepemimpinan yang memiliki quality, baik dari aspek visioner maupun aspek manajerial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Q Leader berarti seorang pemimpin yang memiliki qi (dibaca ‘chi’ - bahasa Mandarin yang berarti energi kehidupan). Makna Q keempat adalah seperti yang dipopulerkan oleh KH Abdullah Gymnastiar sebagai qolbu atau inner self. Seorang pemimpin sejati adalah seseorang yang sungguh-sungguh mengenali dirinya (qolbu-nya) dan dapat mengelola dan mengendalikannya (self management atau qolbu management).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi seorang pemimpin Q berarti menjadi seorang pemimpin yang selalu belajar dan bertumbuh senantiasa untuk mencapai tingkat atau kadar Q (intelligence - quality - qi - qolbu) yang lebih tinggi dalam upaya pencapaian misi dan tujuan organisasi maupun pencapaian makna kehidupan setiap pribadi seorang pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menutup tulisan ini, saya merangkum kepemimpinan Q dalam tiga aspek penting dan saya singkat menjadi 3C , yaitu:&lt;br /&gt;1. Perubahan karakter dari dalam diri (character change)&lt;br /&gt;2. Visi yang jelas (clear vision)&lt;br /&gt;3. Kemampuan atau kompetensi yang tinggi (competence)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga hal tersebut dilandasi oleh suatu sikap disiplin yang tinggi untuk senantiasa bertumbuh, belajar dan berkembang baik secara internal (pengembangan kemampuan intrapersonal, kemampuan teknis, pengetahuan, dll) maupun dalam hubungannya dengan orang lain (pengembangan kemampuan interpersonal dan metoda kepemimpinan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dikatakan oleh John Maxwell: “The only way that I can keep leading is to keep growing. The day I stop growing, somebody else takes the leadership baton. That is the way it always it.” Satu-satunya cara agar saya tetap menjadi pemimpin adalah saya harus senantiasa bertumbuh. Ketika saya berhenti bertumbuh, orang lain akan mengambil alih kepemimpinan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1779314964122234994-4544819701398821139?l=www.al-ikhwan.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.al-ikhwan.web.id/2008/07/kepemimpinan-sejati_30.html</link><author>noreply@blogger.com (Nasyid Al-Ikhwan Pontianak)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1779314964122234994.post-7704181951571518178</guid><pubDate>Sat, 26 Jan 2008 07:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-03T00:23:01.206+07:00</atom:updated><title>Comment</title><description>&lt;!-- Begin ShoutMix - http://www.shoutmix.com --&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe src="http://www4.shoutmix.com/?dedi456" title="dedi456" scrolling="auto" width="450" frameborder="1" height="900"&gt;&amp;amp;amp;amp;lt;br&amp;amp;amp;amp;gt;&amp;amp;amp;amp;lt;a href="http://www4.shoutmix.com/?dedi456"&amp;amp;amp;amp;gt;View shoutbox&amp;amp;amp;amp;lt;/a&amp;amp;amp;amp;gt;&amp;amp;amp;amp;lt;br&amp;amp;amp;amp;gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End ShoutMix --&gt;&lt;/center&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1779314964122234994-7704181951571518178?l=www.al-ikhwan.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.al-ikhwan.web.id/2008/01/guest-book.html</link><author>noreply@blogger.com (Nasyid Al-Ikhwan Pontianak)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1779314964122234994.post-1076154407979833077</guid><pubDate>Sat, 26 Jan 2008 06:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-23T10:13:58.818+07:00</atom:updated><title>Contact Us</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Cv8cqaVlrD4/SVSA2S0pssI/AAAAAAAAAHo/dJgzkAsGedc/s1600-h/telpon.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 190px; height: 188px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Cv8cqaVlrD4/SVSA2S0pssI/AAAAAAAAAHo/dJgzkAsGedc/s320/telpon.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283989933066400450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-weight: bold; font-family: georgia;font-family:arial;font-size:180%;"  &gt;&lt;span&gt;Nasyid Al-Ikhwan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;Alamat :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jl. Sungai Raya Dalam (Masjid Ikhwanul Mukminin)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-family:georgia;" &gt;                                    Kecamatan Pontianak Tenggara Kelurahan Bangka Belitung Darat, Pontianak - Kalimantan Barat - Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;Contact Person :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;0816-4922-9591 (Asmunandar)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-family:georgia;" &gt;                                   0813-4555-5524 (Shahkhumainy Salim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1779314964122234994-1076154407979833077?l=www.al-ikhwan.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.al-ikhwan.web.id/2008/12/contact-us.html</link><author>noreply@blogger.com (Nasyid Al-Ikhwan Pontianak)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Cv8cqaVlrD4/SVSA2S0pssI/AAAAAAAAAHo/dJgzkAsGedc/s72-c/telpon.png' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1779314964122234994.post-3375599693702555450</guid><pubDate>Thu, 24 Jan 2008 13:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-24T20:29:01.562+07:00</atom:updated><title>Personil Al-Ikhwan</title><description>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;center&gt;&lt;div&gt;&lt;embed src="http://widget-b9.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" quality="high" scale="noscale" salign="l" wmode="transparent" flashvars="cy=bb&amp;amp;il=1&amp;amp;channel=3242591731708933561&amp;amp;site=widget-b9.slide.com" style="width: 400px; height: 320px;" name="flashticker" align="middle"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div style="width: 400px; text-align: left;"&gt;  &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3242591731708933561&amp;amp;map=F" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-b9.slide.com/p4/3242591731708933561/bb_t048_v000_s0un_f00/images/xslide42.gif" ismap="ismap" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1779314964122234994-3375599693702555450?l=www.al-ikhwan.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.al-ikhwan.web.id/2008/01/personil-al-ikhwan.html</link><author>noreply@blogger.com (Nasyid Al-Ikhwan Pontianak)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1779314964122234994.post-379860239414046427</guid><pubDate>Wed, 23 Jan 2008 22:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-24T05:22:47.389+07:00</atom:updated><title>About US</title><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Latar Belakang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;“Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali, orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. “ (Q.S. Al Ashr : 1 - 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranjak dari sebuah realita bahwa negeri ini telah mengalami degradasi nilai secara masal, akibat dari ketidakmampuan  dalam menangkis serbuan pemikiran sebuah dampak dari arus globalisasi yang tak terbendung. Perkelahian antar pelajar, narkoba, sex bebas adalah fenomena yang dapat ditemukan pada generasi muda saat ini di bumi Khatulistiwa  yang kita cintai.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sudah barang tentu semua pihak yang mempunyai harapan bahwa daerah ini harus dikelola oleh orang-orang berkualitas dimasa yang akan datang ,berkewajiban untuk bahu-membahu menyelesaikan permasalahan ini. Namun disisi yang lain dapat kita rasakan semangat untuk menggali nilai-nilai agama dilingkungan masyarakat, termasuk anak-anak muda, fenomena jilbab telah mudah kita saksikan disana-sini, kajian-kajiaan ilmu yang dulunya hanya dihadiri oleh generasi tua saat ini mulai diramaikan oleh generasi muda.&lt;br /&gt;Berbagai cara ditempuh untuk mengembalikan semangat beragama khususnya dalam, termasuk penggalian seni daerah, khususnya musik tradisional, sehingga generasi muda khususnya telah dapat mengkonsumsi jenis musik yang menyampaikan pesan-pesan Illahiyah.&lt;br /&gt;Untuk itu diperlukan suatu terobosan baru dalam menyampaikan da’wah, sehingga dapat menyentuh masyarakat. Hal inilah yang mendorong kami Baitul maal Ikhwanul Mukminin membentuk sebuah group Nasyid bernama “Al Ikhwan”, yang merupakan perpaduan antara unsur entertaiment dan  edutaiment, suatu acara yang sarat dengan pesan-pesan  Ilahiyah  namun dikemas secara apik, sehingga dapat menjadi hiburan alternatif yang sehat dan membawa kita lebih dekat kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B.Tujuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adapun tujuan dari didirikannya Group Nasyid Al Ikhwan ini ialah ;&lt;br /&gt;1. Memakmurkan Masjid dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat&lt;br /&gt;2. Melestarikan dan memelihara nilai-nilai budaya&lt;br /&gt;3. Meningkatkan semangat generasi muda untuk menjadikan nasyid sebagai hiburan yang sehat.&lt;br /&gt;4. Menjadikan seni musik sebagai sarana Dakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Motto Nasyid Al-Ikhwan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Sing for Da’wah (Bernyanyi untuk Da’wah)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. Waktu dan tempat di dirikannya Nasyid Al-Ikhwan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Group Nasyid Al-Ikhwan didirikan pada tanggal 1 Muharram 1427 H di Masjid Ikhwanul Mukminin Sungai Raya Dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E. Nama “Al Ikhwan”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nama Al Ikhwan diambil dari penggalan nama Masjid tempat berdirinya Group Ini yakni Masjid Ikhwanul Mukminin Sungai Raya Dalam yang berarti “Persaudaraan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;F. Personil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    - Wandie&lt;br /&gt;    - Muis&lt;br /&gt;    - Dedi&lt;br /&gt;    - Faiz&lt;br /&gt;    - Tomy&lt;br /&gt;    - Ifan&lt;br /&gt;    - Mamad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1779314964122234994-379860239414046427?l=www.al-ikhwan.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.al-ikhwan.web.id/2008/01/about-us.html</link><author>noreply@blogger.com (Nasyid Al-Ikhwan Pontianak)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1779314964122234994.post-1650754878612647302</guid><pubDate>Wed, 23 Jan 2008 03:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-23T10:09:25.284+07:00</atom:updated><title>Gallery1</title><description>&lt;center&gt;&lt;p style="visibility:visible;"&gt;&lt;object type="application/x-shockwave-flash" data="http://widget-c8.slide.com/widgets/slideticker.swf" height="320" width="426" style="width:426px;height:320px"&gt;&lt;param name="movie" value="http://widget-c8.slide.com/widgets/slideticker.swf" /&gt;&lt;param name="quality" value="high" /&gt;&lt;param name="scale" value="noscale" /&gt;&lt;param name="salign" value="l" /&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"/&gt; &lt;param name="flashvars" value="cy=ms&amp;il=1&amp;channel=3170534137702892488&amp;site=widget-c8.slide.com"/&gt;&lt;/object&gt;&lt;p style="white-space:nowrap"&gt;&lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=ms&amp;at=un&amp;id=3170534137702892488&amp;map=1" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-c8.slide.com/p1/3170534137702892488/ms_t000_v000_s0un_f00/images/xslide1.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=ms&amp;at=un&amp;id=3170534137702892488&amp;map=2" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-c8.slide.com/p2/3170534137702892488/ms_t000_v000_s0un_f00/images/xslide2.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=ms&amp;at=un&amp;id=3170534137702892488&amp;map=F" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-c8.slide.com/p4/3170534137702892488/ms_t000_v000_s0un_f00/images/xslide42.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1779314964122234994-1650754878612647302?l=www.al-ikhwan.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.al-ikhwan.web.id/2009/01/gallery1.html</link><author>noreply@blogger.com (Nasyid Al-Ikhwan Pontianak)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1779314964122234994.post-5510448379404879140</guid><pubDate>Fri, 04 Jan 2008 16:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-04T23:52:22.149+07:00</atom:updated><title>Chatting</title><description>&lt;div id="cboxdiv" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe frameborder="0" marginheight="2" marginwidth="2" height="800" src="http://www3.cbox.ws/box/?boxid=2341420&amp;boxtag=4727&amp;sec=main" id="cboxmain" scrolling="auto" style="border:#FFFFFF 1px solid;" width="450" allowtransparency="yes" name="cboxmain"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br/&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe frameborder="0" marginheight="2" marginwidth="2" height="90" src="http://www3.cbox.ws/box/?boxid=2341420&amp;boxtag=4727&amp;sec=form" id="cboxform" scrolling="no" style="border:#FFFFFF 1px solid;border-top:0px" width="450" allowtransparency="yes" name="cboxform"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1779314964122234994-5510448379404879140?l=www.al-ikhwan.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.al-ikhwan.web.id/2008/01/chatting.html</link><author>noreply@blogger.com (Nasyid Al-Ikhwan Pontianak)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1779314964122234994.post-5789530350185988907</guid><pubDate>Wed, 02 Jan 2008 16:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-03T00:34:40.266+07:00</atom:updated><title>Download</title><description>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Opick&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya Hati &lt;a href="http://www.4shared.com/file/61006702/ffc8a833/opick_-_cahaya_hati.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Waktu Telah Berakhir &lt;a href="http://www.4shared.com/file/31301624/76fc41c0/mp3_-_opick_-_bila_waktu_tlah_berakhir.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu Rindu &lt;a href="http://www.4shared.com/file/33747975/ab35680d/opick__feat_amanda__-_satu_rindu.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ya Nur &lt;a href="http://www.4shared.com/file/60412990/457ea819/opick_-_allah_ya_nur.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu Rindu &lt;a href="http://www.4shared.com/file/33747975/ab35680d/opick__feat_amanda__-_satu_rindu.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat &lt;a href="http://www.4shared.com/file/44046322/2f6aec77/opick_-_taubat.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tombok Ati &lt;a href="http://www.4shared.com/file/30534483/11a38acc/opick_-_tombo_ati.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takdir &lt;a href="http://www.4shared.com/file/36986187/d9ce80e5/opick_-_takdir_featuring_melly_goeslaw.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Allah &lt;a href="http://www.4shared.com/file/60450668/98e81592/opick_hanya_allah.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istighfar &lt;a href="http://www.4shared.com/file/34353881/c6361893/opick__istighfar__-_10_tombo_ati.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup Bagi Ku &lt;a href="http://www.4shared.com/file/30669533/4f8b1c33/Opick_-_Cukup_Bagiku_Feat_Gito_Rollis.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taqwa &lt;a href="http://www.4shared.com/file/57240250/1a06957f/Opick_-_Taqwa.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka Mata Buka Hati &lt;a href="http://www.4shared.com/file/61664014/f9eff4f4/Opick_-_Buka_Mata_Buka_Hati.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbana &lt;a href="http://www.4shared.com/file/52669685/16aac63a/Jefri_Al_Buchori__Opick_-_Ya_Robbana.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Cinta &lt;a href="http://www.4shared.com/file/61048607/9b3fe778/Opick_-_Ketika_Cinta.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian Diri &lt;a href="http://www.4shared.com/file/35534303/8e0d39e6/Opick_-_Kesaksian_Diri.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Cinta &lt;a href="http://www.4shared.com/file/61048607/9b3fe778/Opick_-_Ketika_Cinta.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pewaris Syurga &lt;a href="http://www.4shared.com/file/43760400/7114fbd6/Opick_-_Pewaris_Surga.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah &lt;a href="http://www.4shared.com/file/34280806/b1f2bfc2/Opick_-_Beruntunglah.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Nabi Salam &lt;a href="http://www.4shared.com/file/61070679/b1d20e87/Opick_-_Ya_Nabi_Salam.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah &lt;a href="http://www.4shared.com/file/34353686/52cca03a/Opick__ISTIGHFAR__-_02_ALHAMDULILAH_FT_AMANDA.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan Tiba &lt;a href="http://www.4shared.com/file/61444975/e06baa00/Opick_-_Ramadhan_Tiba.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Lindungilah &lt;a href="http://www.4shared.com/file/60416192/2a010fda/Opick_-_Tuhan_Lindungilah.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali Pada Allah &lt;a href="http://www.4shared.com/file/30669674/b7c5f2cd/Opick_-_Kembali_Pada_Allah.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irhamna &lt;a href="http://www.4shared.com/file/57502307/ba5bc05d/Opick_-_02_-_Irhamna.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semesta Bertasbih &lt;a href="http://www.4shared.com/file/59128671/c461bb0b/OPICK_-_Semesta_Bertasbih.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rasul &lt;a href="http://www.4shared.com/file/52519106/7681a5b3/Ya_Rasul_Opick_ft_Wafiq_Azizah.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Waktu Telah Berakhir &lt;a href="http://www.4shared.com/file/59468193/14eed65f/Opick_-_Bila_Waktu_Telah_Berakhir.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hawari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita Sholehah &lt;a href="http://www.4shared.com/file/48461557/afeab136/The_Fikr_-_Wanita_Shalihah.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta &lt;a href="http://www.4shared.com/file/51264405/85e4180a/The_Fikr__KH_Abdullah_Gymnastiar_-_Cinta.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholawat &lt;a href="http://www.4shared.com/file/52515992/e4eb34e3/Shalawat_The_Fikr.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibir Merah &lt;a href="http://www.4shared.com/file/68428671/bc5426ef/The_Fikr_-_Bibir_Merah.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karunia Mu &lt;a href="http://www.4shared.com/file/61678632/5181d9f9/The_Fikr_-_kaunia-Mu.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayah Ilahi &lt;a href="http://www.4shared.com/file/59468193/14eed65f/Opick_-_Bila_Waktu_Telah_Berakhir.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta Di Atas Cinta &lt;a href="http://www.4shared.com/file/68430197/362fb98e/The_Fikr_-_Cinta_Di_Atas_Cinta.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Aku Hamba Mu Juga &lt;a href="http://www.4shared.com/file/68429146/b4ee916f/The_Fikr_-_Karena_Aku_Hamba-Mu_Juga__KAHJ_.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagalah Hati &lt;a href="http://www.4shared.com/file/68430730/5629b815/The_Fikr_-_Jagalah_Hati.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin Yang Adil &lt;a href="http://www.4shared.com/file/71687696/ba9a7273/The_fikr-Pemimpin_Yang_Adil.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidadari Syurga Ku &lt;a href="http://www.4shared.com/file/77896958/26cd4dda/The_Fikr_-_Bidadari_Syurgaku.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Waktu Telah Berakhir &lt;a href="http://www.4shared.com/file/59468193/14eed65f/Opick_-_Bila_Waktu_Telah_Berakhir.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Waktu Telah Berakhir &lt;a href="http://www.4shared.com/file/59468193/14eed65f/Opick_-_Bila_Waktu_Telah_Berakhir.html?s=1"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1779314964122234994-5789530350185988907?l=www.al-ikhwan.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.al-ikhwan.web.id/2009/01/download.html</link><author>noreply@blogger.com (Nasyid Al-Ikhwan Pontianak)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item></channel></rss>