A. Latar Belakang
Allah SWT berfirman :
“Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali, orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. “ (Q.S. Al Ashr : 1 - 3)
Beranjak dari sebuah realita bahwa negeri ini telah mengalami degradasi nilai secara masal, akibat dari ketidakmampuan dalam menangkis serbuan pemikiran sebuah dampak dari arus globalisasi yang tak terbendung. Perkelahian antar pelajar, narkoba, sex bebas adalah fenomena yang dapat ditemukan pada generasi muda saat ini di bumi Khatulistiwa yang kita cintai.
Sudah barang tentu semua pihak yang mempunyai harapan bahwa daerah ini harus dikelola oleh orang-orang berkualitas dimasa yang akan datang ,berkewajiban untuk bahu-membahu menyelesaikan permasalahan ini. Namun disisi yang lain dapat kita rasakan semangat untuk menggali nilai-nilai agama dilingkungan masyarakat, termasuk anak-anak muda, fenomena jilbab telah mudah kita saksikan disana-sini, kajian-kajiaan ilmu yang dulunya hanya dihadiri oleh generasi tua saat ini mulai diramaikan oleh generasi muda.
Berbagai cara ditempuh untuk mengembalikan semangat beragama khususnya dalam, termasuk penggalian seni daerah, khususnya musik tradisional, sehingga generasi muda khususnya telah dapat mengkonsumsi jenis musik yang menyampaikan pesan-pesan Illahiyah.
Untuk itu diperlukan suatu terobosan baru dalam menyampaikan da’wah, sehingga dapat menyentuh masyarakat. Hal inilah yang mendorong kami Baitul maal Ikhwanul Mukminin membentuk sebuah group Nasyid bernama “Al Ikhwan”, yang merupakan perpaduan antara unsur entertaiment dan edutaiment, suatu acara yang sarat dengan pesan-pesan Ilahiyah namun dikemas secara apik, sehingga dapat menjadi hiburan alternatif yang sehat dan membawa kita lebih dekat kepada Allah SWT.
B.Tujuan
Adapun tujuan dari didirikannya Group Nasyid Al Ikhwan ini ialah ;
1. Memakmurkan Masjid dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat
2. Melestarikan dan memelihara nilai-nilai budaya
3. Meningkatkan semangat generasi muda untuk menjadikan nasyid sebagai hiburan yang sehat.
4. Menjadikan seni musik sebagai sarana Dakwah
C. Motto Nasyid Al-Ikhwan
“Sing for Da’wah (Bernyanyi untuk Da’wah)”.
D. Waktu dan tempat di dirikannya Nasyid Al-Ikhwan
Group Nasyid Al-Ikhwan didirikan pada tanggal 1 Muharram 1427 H di Masjid Ikhwanul Mukminin Sungai Raya Dalam.
E. Nama “Al Ikhwan”
Nama Al Ikhwan diambil dari penggalan nama Masjid tempat berdirinya Group Ini yakni Masjid Ikhwanul Mukminin Sungai Raya Dalam yang berarti “Persaudaraan”
F. Personil
- Wandie
- Muis
- Dedi
- Faiz
- Tomy
- Ifan
- Mamad
“Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali, orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. “ (Q.S. Al Ashr : 1 - 3)
Beranjak dari sebuah realita bahwa negeri ini telah mengalami degradasi nilai secara masal, akibat dari ketidakmampuan dalam menangkis serbuan pemikiran sebuah dampak dari arus globalisasi yang tak terbendung. Perkelahian antar pelajar, narkoba, sex bebas adalah fenomena yang dapat ditemukan pada generasi muda saat ini di bumi Khatulistiwa yang kita cintai.
Sudah barang tentu semua pihak yang mempunyai harapan bahwa daerah ini harus dikelola oleh orang-orang berkualitas dimasa yang akan datang ,berkewajiban untuk bahu-membahu menyelesaikan permasalahan ini. Namun disisi yang lain dapat kita rasakan semangat untuk menggali nilai-nilai agama dilingkungan masyarakat, termasuk anak-anak muda, fenomena jilbab telah mudah kita saksikan disana-sini, kajian-kajiaan ilmu yang dulunya hanya dihadiri oleh generasi tua saat ini mulai diramaikan oleh generasi muda.
Berbagai cara ditempuh untuk mengembalikan semangat beragama khususnya dalam, termasuk penggalian seni daerah, khususnya musik tradisional, sehingga generasi muda khususnya telah dapat mengkonsumsi jenis musik yang menyampaikan pesan-pesan Illahiyah.
Untuk itu diperlukan suatu terobosan baru dalam menyampaikan da’wah, sehingga dapat menyentuh masyarakat. Hal inilah yang mendorong kami Baitul maal Ikhwanul Mukminin membentuk sebuah group Nasyid bernama “Al Ikhwan”, yang merupakan perpaduan antara unsur entertaiment dan edutaiment, suatu acara yang sarat dengan pesan-pesan Ilahiyah namun dikemas secara apik, sehingga dapat menjadi hiburan alternatif yang sehat dan membawa kita lebih dekat kepada Allah SWT.
B.Tujuan
Adapun tujuan dari didirikannya Group Nasyid Al Ikhwan ini ialah ;
1. Memakmurkan Masjid dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat
2. Melestarikan dan memelihara nilai-nilai budaya
3. Meningkatkan semangat generasi muda untuk menjadikan nasyid sebagai hiburan yang sehat.
4. Menjadikan seni musik sebagai sarana Dakwah
C. Motto Nasyid Al-Ikhwan
“Sing for Da’wah (Bernyanyi untuk Da’wah)”.
D. Waktu dan tempat di dirikannya Nasyid Al-Ikhwan
Group Nasyid Al-Ikhwan didirikan pada tanggal 1 Muharram 1427 H di Masjid Ikhwanul Mukminin Sungai Raya Dalam.
E. Nama “Al Ikhwan”
Nama Al Ikhwan diambil dari penggalan nama Masjid tempat berdirinya Group Ini yakni Masjid Ikhwanul Mukminin Sungai Raya Dalam yang berarti “Persaudaraan”
F. Personil
- Wandie
- Muis
- Dedi
- Faiz
- Tomy
- Ifan
- Mamad
